![]() |
| Image source: www.maxmanroe.com |
Technopreneurship?
Barangkali kita sering mendengar istilah ini dan menerka-nerka artinya. “Oh ada
tekno-tekno-nya, paling ada hubungannya dengan teknologi. Lalu kata
preneurship sepertinya mirip dengan entrepreneurship. Jadi kayaknya
itu tentang bisnis-bisnis gitu deh”. Bisa jadi itu yang ada di dalam
benak kita semua ketika pertama kali mendengarnya.
Menurut
Peggy A. Lambing dan Charles R. Kuehl dalam bukunya menyatakan bahwa entrepreneurship
adalah tindakan kreatif yang membangun suatu value dari suatu yang tidak ada. Menurut technopreneurship.wordpress.com dinyatakan bahwa
technopreneurship adalah bagian dari enterpreneurship. Konsep
technoprenerurship pada dasarnya mengintegrasikan antara teknologi dengan
keterampilan kewirausahaan (enterpreneurship skills). Dalam konsep
technopreneurship ini basis pengembangan kewirausahaan bertitik tolak dari
adanya invensi dan inovasi dalam bidang teknologi.
Technopreneurship merupakan gabungan dari dua kata, yaitu Technology dan Enterpreneurship. Jadi, definisi dari Technopreneurship
merupakan suatu upaya dalam membuat bisnis dengan berbasis IT.
Saat ini hampir semua orang telah
mengenal teknologi, smartphone bukan lagi barang mewah. Setidaknya dalam satu
rumah pasti memiliki smartphone atau gadget lainnya. Karena gaya hidup masyarakat
sudah berubah, maka hal tersebut dapat menjadi
peluang bagi pengusaha untuk menyediakan jasa dan fasilitas untuk memudahkan
mereka. Maka bermunculanlah banyak jasa-jasa yang berbasis online.
Di sekitar kita sudah banyak penerapan
dari technopreneurship. Telah muncul
banyak Start Up dari usahawan di negara
kita. Misalnya saja Go-jek, tokopedia.com, olx.co.id, dan sebagainya. Penggunaan
IT dalam proses bisnis tersebut tentunya memudahkan customer dan owner sendiri.
Misalnya saja Go-jek, Go-jek memudahkan penumpangnya untuk memesan jasanya dari
manapun tanpa harus mencari-cari ojek kovensional.
Tidak jarang dalam technopreneurship
yang menjadi value dan mendatangkan profit bukanlah jasa yang disediakan, tapi
justru dari aplikasi atau sistem yang digunakan.
Dengan adanya teknologi untuk
menunjang proses kewirausahaan, pemilik usaha dapat lebih mudah mengontrol
usahanya dan mengetahui keluhan-keluhan pelanggannya dengan mudah.
