Wednesday, October 7, 2015

TECHNOPRENEURSHIP




Image source: www.maxmanroe.com

Technopreneurship? Barangkali kita sering mendengar istilah ini dan menerka-nerka artinya. “Oh ada tekno-tekno-nya, paling ada hubungannya dengan teknologi. Lalu kata preneurship sepertinya mirip dengan entrepreneurship. Jadi kayaknya itu tentang bisnis-bisnis gitu deh”. Bisa jadi itu yang ada di dalam benak kita semua ketika pertama kali mendengarnya.  
Menurut Peggy A. Lambing dan Charles R. Kuehl dalam bukunya menyatakan bahwa entrepreneurship adalah tindakan kreatif yang membangun suatu value dari suatu yang tidak ada.  Menurut technopreneurship.wordpress.com dinyatakan bahwa technopreneurship adalah bagian dari enterpreneurship. Konsep technoprenerurship pada dasarnya mengintegrasikan antara teknologi dengan keterampilan kewirausahaan (enterpreneurship skills). Dalam konsep technopreneurship ini basis pengembangan kewirausahaan bertitik tolak dari adanya invensi dan inovasi dalam bidang teknologi.
Technopreneurship merupakan gabungan dari dua kata, yaitu Technology dan Enterpreneurship. Jadi, definisi dari Technopreneurship merupakan suatu upaya dalam membuat bisnis dengan berbasis IT.
Saat ini hampir semua orang telah mengenal teknologi, smartphone bukan lagi barang mewah. Setidaknya dalam satu rumah pasti memiliki smartphone atau gadget lainnya. Karena gaya hidup masyarakat sudah berubah,  maka hal tersebut dapat menjadi peluang bagi pengusaha untuk menyediakan jasa dan fasilitas untuk memudahkan mereka. Maka bermunculanlah banyak jasa-jasa yang berbasis online.
Di sekitar kita sudah banyak penerapan dari technopreneurship. Telah muncul banyak Start Up dari usahawan di negara kita. Misalnya saja Go-jek, tokopedia.com, olx.co.id, dan sebagainya. Penggunaan IT dalam proses bisnis tersebut tentunya memudahkan customer dan owner sendiri. Misalnya saja Go-jek, Go-jek memudahkan penumpangnya untuk memesan jasanya dari manapun tanpa harus mencari-cari ojek kovensional.
Tidak jarang dalam technopreneurship yang menjadi value dan mendatangkan profit bukanlah jasa yang disediakan, tapi justru dari aplikasi atau sistem yang digunakan.
Dengan adanya teknologi untuk menunjang proses kewirausahaan, pemilik usaha dapat lebih mudah mengontrol usahanya dan mengetahui keluhan-keluhan pelanggannya dengan mudah.